oleh

Akosiak Tampilkan Fasion Tenun Siak di Indonesia Fashion Week di JCC Jakarta

Jakarta (MCS) – Dengan mengusung brand dan tema Akosiak, Tim Ikkon (Inovatif dan Kreatif Melalui Kolaborasi Nusantara) Siak pamerkan karya fashion Tenun Siak pada ajang Indonesia Fashion Week (IFW) bertempat di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan Jakarta pada minggu 31 maret, senin (1/03/2019).

Berbagai karya kolaborasi Tim Ikkon dari berbagai daerah dipamerkan di runway, bertema Sarong Revisited di persembahkan oleh Kopikkon (Koperasi Ikkon Bersama), merupakan sebuah wadah pemberdayaan dan pengembangan terhadap produk-produk ekonomi kreatif se-Indonesia.

Deputi Bidang Pemasaran Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Republik Indonesia Joshua Simanjuntak buka secara resmi, fashion adalah komoditi ekspor terbesar dari bidang ekonomi kreatif di Indonesia dengan persentase 54,54%, dan menyerap tenaga kerja produktif  sebesar 16 juta orang.

Beragam kreatifitas desain khas daerah bermunculan pada ajang nasional, tentu suatu kebangaan anak negeri yang kita perkenalkan kepada dunia model, ini lah daya tarik pariwisata Indonesia yang terkenal di dunia Fasion mancanegara.

Ikkon adalah wadah bagi pelaku kreatif yang diutus oleh Bekraf  nasional untuk menyatukan atau kolaborasi dan mengali potensi pengrajin lokal di daerah. kegiatan ini dilaksanakan setiap tahunnya dan melibatkan 5 kabupaten binaan Bekref terhadap hasil akhir Ikkon daerah.

Pada tahun 2018, lokasi penempatan Ikkon di kota Belitung, Singkawang, Dompu, Wakatobi, dan Siak. Tim Ikkon di Siak berjumlah 12 orang dengan pengalaman profesional di bidangnya masing-masing dalam projek ini. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Lampung, Jakarta dan Pontianak.

Hasil akhir dari Akkon Siak ada seorang bernama Fatimah Rangkuti dengan pangilan akrab Fa telah lahirkan sebuah karya Koleksi yang terinspirasi oleh warna warni Tenun Siak, karena warna tenun begitu indentik khas bercorak dan beragam perpaduan warna putih mengisi warna-warna khas Tenun Siak ditampilkan.

Fatimah dan Dede adalah Desainer Komunikasi Visual di Akkon Siak yang berkontribusi di dunia fashion dengan memperdalam keterampilannya sebagai Entitas Wastra Khas Siak, sedangkan Zurna Peni sebagai penenun tradisional mempura kabupaten Siak, yang sudah ribuan memneluarkan hasil Tenunya yang sudah terkenal di Riau dan Malaysia.

Akosiak dan pengrajin tenun dari Mempura Zurna Peni di hadirkan keatas panggung bersama dengan desainer Fatimah Rangkuti dan Dede Ananta diringi semua desainer, model, kolaborator turut ikut Kepala Bekraf Triawan Munaf dan perwakilan Pemerintah Kabupaten Siak melalui Dinas Periwisata Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Said Muzani.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed