oleh

Beras Siak Kota Istana Sudah Ada di Sungai Apit

Masyarakat Sungai Apit khususnya Kampung Teluk Masjid dan Lalang sudah bisa mencicipi beras produksi hasil dari petani Siak. Beberapa waktu yang lalu, tepatnya di Kampung Teluk Masjid, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Siak melakukan penjualan Beras Siak Kota Istana dengan harga yang relatif murah.

Tampak ramai masyarakat yang hadir untuk membeli beras lokal tersebut. Harapan beras murah dengan memotong jalur distribusi ini dapat menstabilkan harga beras di pasaran, apalagi beras yang kita jual ini bukan berasal dari Bulog. Penjualan beras murah ini pihak DKP membatasi masyarakat yang akan membelinya, dimana bisa dibeli dalam jumlah maksimal hanya 20 Kg per KK.

Pada kesempatan itu, Senin (17/7/17) petang, Kepala DKP H. Syahrial, SE, M.Si mengatakan, arah kebijakan ketahanan pangan tahun 2017 diarahkan pada upaya untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, targetnya bisa swasembada beras dan jagung. Selain itu, meningkatkan produksi kedelai, gula, daging sapi/kerbau  serta meningkatkan produksi dua komoditas pangan strategis yaitu cabe merah dan bawang merah.

Dijelaskannya, DKP Kabupaten Siak telah melakukan percepatan capaian sasaran, seperti melaksanakan kegiatan bantuan bibit/benih cabe dan sayuran kepada masyarakat melalui kelompok KWT, wirid pengajian, dasawisma dan sebagainya untuk memanfaatkan halaman dan pekarangan rumah sebagai penghasil kebutuhan pokok sehari-hari.

Sampai saat ini bibit yang diberikan ke masyarakat sudah sampai 95 ribu batang lebih dan telah tersebar se Kabupaten Siak.

Disamping itu, pihak DKP melakukan kegiatan stabilitas harga dan pasokan pangan pokok (utamanya beras) dengan  pengembangan usaha pangan masyarakat (PUPM) melalui Toko Tani Indonesia (TTI) yang tersebar di Kota Pekanbaru sebanyak 4 toko, di Kabupaten Siak sebanyak 3 toko, yakni Perawang, Lubuk Dalam, dan di Pusako. Total beras yang beredar di TTI tersebut di atas sebanyak 28 ton lebih.

Sebelumnya, DKP Kabupaten Siak telah melauching Beras Siak Kota Istana untuk mendekatkan pangan kepada masyarakat. Terutama untuk masyarakat yang berpenghasilan menengah kebawah dengan melibatkan gapoktan binaan yang telah mendapatkan bantuan modal dari pemerintah.

Bantuan tersebut melalui PUPM, lembaga distribusi pangan masyarakat (LDPM) sebanyak tiga gapoktan di Kecamatan Sabak Auh dan Bungaraya sebagai penghasil beras sekaligus memasok ke toko/kedai. Sampai saat ini terdapat 4 toko/kedai di Kecamatan Siak (Kampung Suak Lanjut), Mempura di Pasar Geronggang dan di Sungai Apit (Kampung Teluk Masjid dan Lalang), akan menyusul untuk kecamatan Minas, Kandis dan Dayun.

Masih kata Kepala DKP Kabupaten Siak, pemasaran Beras Siak Kota Istana sudah mencapai 3,2 ton dari sebelum Ramadhan kemarin. Pihaknya telah melakukan promosi beras tersebut melalui kegiatan bazar yang ditaja oleh DKP Provinsi Riau di Pekanbaru. Responnya sangat positif. Ini menandakan beras yang dihasil di Kabupaten Siak mampu bersaing dengan beras dari luar daerah, baik dari segi tampilan, rasa maupun kualitas.

Kepala DKP Kabupaten Siak berharap beras yang diproduksi oleh petani tersebut dapat menjadi tuan rumah sekaligus mewujudkan swasembada pangan di Negeri Istana. Tantangan yang mesti di cermati adalah produktivitas, kontinyunitas dan kualitas.

Sumber : Humas Kab. Siak, 19 Juli 2017

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed