Berkat Kesabaran, Juanda Tuai Manisnya Madu Kelulut

Rasa haru yang tak terkira dirasakan oleh Juanda saat orang nomor satu di negeri istana itu mendatangi kediamannya, di Desa Lalang Kecamatan Sungai Apit, Sabtu (30/09/17). Setibanya mobil rombongan orang nomor satu itu di depan rumahnya, Juanda langsung mendatangi dan menyalami Bupati Siak Drs. H. Syamsuar, M.Si. Kemudian rombongan dibawa untuk melihat ternak madu kelulut di areal halaman rumahnya.

Juanda ditemani anak sulungnya memberikan penjelasan kepada Bupati Siak tentang beternak madu kelulut atau nama latinya trigona, hingga menjadi kantong-kantong madu di dalam media ternak. Pada kesempatan yang sama Bupati Siak juga sempat melakukan panen madu kelulut. Juanda saat menceritakan kepada kami mengungkapkana, dengan berbekal sedikit informasi dari orang malaysia yang dikenalinya lewat sebuah media sosial, orang yang ia kena tersebut sangat paham cara menangani ternak madu kelulut.

Kemudian dia menjelaskan manfaat dan keuntungan yang didapat sangat menjanjikan, membuat saya tergiur dan tertarik untuk mencoba. dari pembicarannya itu Juanda mulai mencoba berternak madu kelulut dengan menyediakan media untuk bersarang kelulut tersebut sebanyak 200 topeng, namun tidak sedikit kegagalan yang ia rasakan, banyak media ternak atau topeng tempat bersarangnya kelulut yang dibuat juanda didapatkan kosong tidak ada kelulutnya.

Belum lagi minimnya pengetahuan tentang bagaimana cara beternak madu kelulut yang baik. Namun Juanda tidak menyerah sampai disini saja, ia terus mencoba, yang menjadi kendala saat itu adalah sulitnya mencari log sarang kelulut, karena ia terpaksa harus mencari kehutan sendiri. Setelah dapat kemudian dibawa pulang dan dipotong-potong, kemudian baru dirakit menjadi media ternak bagi kelulut.

Tambah Juanda, namun seiring waktu berjalan pasar pun mulai tampak dan adanya permintaan madu terus bertambah dengan ditandai banyaknya pesanan, membuat dirinya berkeyakinan usaha ini akan menuai hasil. Dari harga yang ditawarkan kepada konsumen tak tanggung-tanggung, harga madu kelulut ini per liternya dibandrol 500 ribu rupiah. dengan harga yang terbilang mahal juanda merasakan manisnya usaha ternak dari hasil madu kelulut ini. Selama ia melakukan panen, ia pernah mendapatkan 20 kilo kalau dikalai 500 ribu saja sudah berapa untung yang didapatnya.

Dari penjualan madu lebah yang ia miliki dikumpukan uangnya untuk membeli penambahan batang sarang kelulut. dan hasilnya saat ini juanda sudah memiliki 160 penangkaran atau istilah mereka menyebut topeng, saat ini dari 160 topeng tersebut, dititipkan di 12 rumah warga yang ada di tiga kampung yaitu Kampung Lalang, Bungsur dan Mengkapan. Berkat manisnya uang madu, ia saat ini selain dapat menghidupkan keluarganya juga selalu berbagi kepada warga yang lain.

Ia menambahkan saat ini yang membeli madu kelulut yang ia kelola berasal dari Surabaya dan Tangerang. Dengan harapan usahanya ini dapat berkembang dan warga yang menjaga topeng yang dititipnya mendapatkan upah dari hasil yang dipanen dengan harapan membantu ekonomi warga. Saat ini menjadi mata pencaharian baru bagi warga sekitar, dengan mencari kayu sarang kelulut dihutan, kemudian dijual kepada Juanda dengan harga yang berpariasi, tergantung besar dan banyaknya binatang kelulut itu didalamnya.

Madu kelulut ini dianggap berkasiat dibanding madu lebah. untuk mendapatkan sarang madu kelulut ini dihutan relative lebih susah, dibanding madu lebah, karena setiap satu sarang kelulut hanya sedikit sekali menghasilkan madu. Sarang kelulut itu bukan bergantunggan di dahan pohon seperti layaknya sarang lebah, tetapi sarang kelulut itu berada dalam rongga batang pohon baik yang masih hidup atau pun sudah mati.

Kata Juanda lagi, untuk panen tidak bisa ditentukan jadwalnya, tergantung musim tanaman dan musim hujan jika musim hujan madu banyak dan untuk saat ini rasa madu kelulut agak sedikit asam karena ternak memakan sari dari bunga durian, karena saat ini di kampung lalang rata-rata batang durian yang dimiliki warga sedang berbunga.

Yang menjadi kendala saat ini adalah kurangnya alat penyedot panen madu kelulut, sebahagian masih mengunakan alat manual untuk memanen sehingga membutuhkan waktu lama. Kasiat yang terkandung didalam madu kelulut, teryata baik untuk sel-sel kulit, stamina tubuh, serta campuran herbal.

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Siak Wan Ibrahim mengatakan, pengembangan ternak madu kelulut ini akan dibantu melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dimiliki  PT. RAPP. Bagaimana nantinya mereka meningkatkan skill dalam menangani ternak madu kelulut ini, melalui Program CSR yang kita usulkan mereka nantinya akan kita kirim ke Malaysia untuk belajar disana.

“Kenapa kita pilih Malaysia karena mereka dalam pengembangan budidaya lebah kelulut ini sudah berkembang pesat, dan mereka memiliki komunitas peternak madu kelulut. menurut rencana mereka akan diberangkatkan tiga orang, tidak hanya itu saja dalam rangka pengembangan Batik Siak, kita merencanakan akan memberikan pelatihan  sebanyak 30 orang. Melalui dinas terkait kita akan membantu Perizinan Industri Rumah Tangga (PIRT) serta kepengurusan lebel kemasan bersertifikat halal, dan mengembangkan produk apasaja yang dapat dikembangkan terhadap kelulut atau trigona ini,” terang Wan Ibrahim.

Sumber : Humas Kab. Siak, 2 Oktober 2017

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *