oleh

Bupati Siak dan Masyarakat Sholat Idul Adha 1439 H di Taman Tengku Mahratu

Bupati Siak Drs. H. Syamsuar, M.Si bersama masyarakat Siak, melaksanakan Sholat Idul Adha 1439 H/2018 M di Taman Tengku Mahratu, Kecamatan Siak, Rabu (22/8/2018).

Pada peringatan hari raya yang penuh makna itu, tampak Gubernur Riau terpilih Syamsuar dan para tokoh agama Islam Siak sedang larut dalam mengikuti ibadah Sholat Idul Adha.

Arti kata idul adha qurban ada dua makna. Pertama, arti qurban adalah dekat yang diambil dari bahasa Arab Qarib. Pandangan umum mengatakan bahwa qurban adalah upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Kedua, arti qurban adalah udhhiyah atau bisa dikatakan dhahiyyah yang artinya adalah hewan sembelihan. Dari arti makna qurban ini, maka menjadi tradisi sebagaimana lazim dilakukan umat muslim di dunia untuk menyembelih hewan dengan cara kurban atau mengorbankan hewan yang menjadi sebagian hartanya untuk kegiatan sosial.

“Tradisi kurban dalam hari raya idul adha memiliki dua dimensi. Pertama, makna qurban memiliki dimensi ibadah-spiritual. Kedua, makna qurban punya dimensi sosial”, ujar Lismanto, pencetus teori aktualisasi syariat (dalam Hukum Islam Progresif, 2014) saat dihubungi media baru-baru ini.

Dimensi ibadah dalam tradisi qurban, lanjut Lismanto, sudah jelas menjadi bentuk ketaatan hamba kepada Tuhannya. Ketaatan itu harus dilandasi dengan rasa ikhlas sepenuhnya, sehingga kita menjadi dekat dengan Allah. Hal inilah yang dimaksud qurban dalam pengertian ibadah yakni qarib.

Sementara itu, tutur Lismanto, dimensi sosial dalam tradisi qurban sudah bisa dibaca dengan kasat mata bahwa ibadah qurban memberikan kesejahteraan kepada lingkungan sosial berupa daging kurban yang notabene hanya bisa dijangkau kalangan elite. “Ini berlaku di desa, bukan di kota-kota yang memang sudah terbiasa makan daging. Dengan qurban dari perspektif sosial, ini menjadi bagian dari ketakwaan kita kepada Allah secara horizontal”, imbuh Lismanto.

“Jadi, Allah selalu memerintah hamba-Nya untuk selalu mengharmonisasikan antara ibadah vertikal (hablum minallah) dan ibadah horizontal (hablum minannas). Keduanya berjalan beriringan tanpa ada sekat dan harus senantiasa berdialektika”, tutur Lismanto.

Hal itulah juga yang sangat diharapkan oleh Syamsuar selaku kepala daerah di Kabupaten Siak, ia selain dipercaya oleh rakyatnya memimpin pemerintahan, ia juga sekaligus berharap mampu membawa ummat sebagaimana disebutkan di atas.

Kurban idul adha diambil dari bahasa Arab yaitu qaruba, yaqrabu dan qurban wa qurbaanan di mana artinya adalah mendekati atau menghampiri. Sementara itu, arti kata qurban secara harfiah berarti hewan sembelihan yang diambil dari kata udhhiyah atau dhahiyyah.

 Sumber : MC Kab. Siak, 22 Agustus 2018

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed