oleh

Bupati Siak : Pendidikan Dan Guru Harus Menjadi Perhatian Bersama

“kemajuan suatu bangsa ditentukan dengan majunya pendidikan disetiap daerah”  hal tersebut diungakapkan oleh Bupati Siak Drs. H. Syamsuar, M.Si saat memberikan kata sambutan dalam acara Konferensi kerja II PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) Tingkat Provinsi Riau, acara yang berlansung di Gedung Tengku Maharatu Kota Siak Sabtu 29/07/17. 

Bupati yang menjabat dua priode ini memiliki komitmen dalam meningkatkan SDM Masyarakat Kabupaten Siak, ini dibuktikan dengan memberlakukan Peraturan Daerah tentang wajib belajar 9 tahun di Kabupaten Siak yang di terapkan awal ia menjabat pada tahun 2011 lalu.

kita menyiapkan semua kebutuhan sekolah berharap tidak ada lagi anak-anak yang tidak sekolah, dan semua biaya ditanggung oleh pemerintah daerah, tidak ada biaya dibebankan oleh anak-anak. Kenapa ini dilakukan sebagai bupati kami melihat dari jumlah penduduk Siak saat itu kebanyakan masyarakatnya kebanyakan tamatan SMP, oleh karena itu lah selaku kepala daerah dirinya mengambil langkah menerapkan wajib belajar 9 tahun agar meningkatkan tamatan masyarakat menjadi SMA.

Bupati Siak juga menyampaikan perubahan undang-undang alih kewenangan SMA dan SMK yang semula dibawah pemerintah Kabupaten berpindah ke Provinsi dibawah pengelolaannya Dinas Pendidikan Provinsi, penerapan dari undang-undang ini munculnya kekahwatiran tidak hanya saya namun juga para bupati yang lain. Kekahawatiran tersebut adalah jangan sempat merubah atau mengubah mutu pendidikan yang sudah lebih baik ini menjadi menurun.

Tahun ini memasuki priode kedua kepemimpinan Bupati Siak telah banya prestasi dicapai dalam bidang pendidikan, saat ini Pemkab Siak terus melakukan kerjasama dibidang pendidikan dengan perguruan tinggi terkemuka di negeri ini. Agar anak Siak dapat menimba ilmu disana dan bisa kembali kesiak mengabdi di daerahnya, hal seperti ini lah sudah di capai Kabupaten Siak.

Kita semua berharap mutu pendidikan didaerah ini terus bertambah lebih baik, karena sebuah kabupaten yang baru dituntut untuk mempersiapkan SDM masyarakatnya, agar bisa bersaing dengan daerah yang masyarakatnya dari SDM lebih maju.

Bupati Siak menyambut baik kegiatan PGRI di lakasanakan di Siak ini, dengan adanya Komprensi kerja II PGRI ini harapan nya pada guru Siak dapat bertukar informasi tentang kebijakan masing-masing daerah, kemajuan suatu bangsa ditentukan dengan majunya pendidikan di setiap daerah.

”Karena sudah tuntutan zaman tidak biasa dipungkiri suatu waktu anak-anak kita akan kalah dengan anak-anak daerah lain kalau tidak ada peningkatan mutu dari kita, namun ini semua harus di imbangi dengan sarana dan prasana dan juga di imbangi dengan peningkatan SDM para guru itu sendiri”

Bupati Siak menyarankan kepada guru agar lebih ekstra kepada anak-anak mewaibkan berbahasa inggris, arus globalisasi menuntut kita untuk mewajibkan berbahasa inggris, disamping pendalaman mata pelajaran lain bahasa inggris juga harus menjadi perhatian, karena jika belajar keluar negeri inggris harus bisa kita kuasai.

Dengan adanya Komprensi kerja II PGRI ini harapan nya pada guru Siak dapat bertukar informasi tentang tentang kebijakan masing-masing daerah, kemajuan suatu bangsa ditentukan dengan majunya pendidikan di setiap daerah terangnya.

Sementara itu Ketua Umum PB PGRI Unipah Rosyidi dalam arahannya, PGRI mengapresiasi kepada Bupati Siak yang terus-menerus dalam memperhatikan pendidikan dan Mutu para guru di kabupaten siak serta selalu mendukung kerja PGRI dan perjuangan PGRI dalam setiap kegiatannya.

Ia berharap tolong guru jangan dibebani yang sifatnya Admintratif, cukuplah guru mengurus anak didiknya, karena hal kecil-kecil ini sangat menganggu dalam aktifitas mengajar. Seharusnya para guru didorong SDMnya dan juga insentifnya. karena guru merupakan gerbang terdepan dalam meningkatkan mutu generasi muda anak bangsa. Selain itu juga integeritas dan profesional guru penting juga untuk ditingkatkan. 

PGRI harus naik kelas, kalau inggin perjuangan kita didengar, maka kita harus naik kelas, tidak lagi menyampaikan pendapat dengan cara turun dijalan namun kita selaku manusia berilmu, hendaknya menyampakan dengan santun dan cerdas melalui berbicara dan diplomasi.

Kita harus mendokakan para pemimpin yang sungguh-sungguh memperhatikan mutu pendidikan, Seperti Bapak Bupati Siak yang peduli terhadap dunia pendidikan dan mutu para guru terang nya.

PGRI Riau memiliki 54,19 orang dari total jumlah anggota 70 % laki-laki dan 30 % wanita, acara  berlangsung dua hari ini di buka secara resmi oleh Ketua BP PGRI ditandai dengan pemukulan Gong. Acara juga selain dihadiri Bupati Siak juga dihadiri perwakilan pegurus PGRI Kabupaten dan Kota se-Provinsi Riau, dan Kepala UPT Diskdik se-Kabupaten Siak serta para pengawas sekolah se-Kabupaten Siak.

Sumber : Humas Kab. Siak, 31 Juli 2017

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed