oleh

Bupati Siak Syamsuar Panen Raya Padi Organik Seliau Kecamatan Sungai Apit

Sungai Apit (MCS) – “Petaninya sudah hebat-hebat” kata Bupati Siak Syamsuar saat dialog bersama petani pada saat Panen perdana padi musim tanam 2018, dan pemeriksaan kesehatan pos UKK Kelompok Tani Sabak Jaya Dusun Seliau kelurahan Sungai Apit, Jum’at (8/2/2019).

Bupati Siak H Syamsuar mengaku gembira dengan perkembangan pertanian budidaya komoditas padi organik di Sungai Apit, ini komintmen kami untuk para petani maju bersama dalam kemajuan bercocok tanam padi kapan perlu ganti sawit jadi sawah.

“Kalau kelompok tani serius menanam padi, akan kami bantu dengan syarat nantinya tidak ada alih fungsi lahan dari tanam padi menjadi sawit” sebutnya.

Ada banyak dukungan program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah, akan menguntungkan masyarakat dan petani yang ingin menanam padi seperti halnya di Kecamatan Bungaraya  masyarakatnya sudah kembali sadar dan kembali bersawah tentunya harus saling mendukung guna kemajuan pertanian di Kabupaten Siak.

“Petani Siak terus meningkat kualitas produksinya, saat ini padi Bungaraya sudah menjadi yang terbaik di Provinsi Riau dan malah banyak yang belajar kesana” terangnya.

Keberhasilan petani Bungaraya hendaknya menjadi motivasi bagi petani yang ada di Sungai Apit ini sehingga nantinya semua petani yang ada di Kabupaten Siak hebat-hebat.

Ketua kelompok tani Sabak Jaya Wak Kahar mengatakan sudah lama menantikan saat panen padi seperti hari ini dan twrwujud cita-cita kami pada tahun 2000 lampau terjadi saat ini panennya melimpah banyak berkat perhatian pemerintah kabupaten Siak.

“Alhamdulillah jumlah sawah yang akan di panen saat ini luasnya sudah 67 hektar yang dari asalnya kurang lebih 40 hektar saja dengan musim tanam sekali dalam setahun juga telah menjadi dua kali setahun” kata Kahar.

Kelompok tani ingin kembali bermanjo-manjo (memohon) kepada Pemerintah Daerah untuk memperbaiki infrastruktur yang ada, seperti mempercantik jalan masuk ke sawah yang apabila hujan atau air pasang naik maka jalan kami ini lecah (becek) serta normalisasi kembali jalur air irigasi sekunder dan primer yang sudah rubuh-rubuh.

Kalau dalam menanam kami sudah di dampingi oleh penyuluh pertanian, namun dalam masalah irigasi bertamah kerja kami guna merawat dan memperbaiki bendungan pada kolam pompa air irigasi induk, tentu jadi habis waktu banyak untuk itu saja, kata wak Kahar.

Sawah kami ini sudah menghasilkan 5-6 ton beras dari varietas padi organik dan sangat ramah lingkungan dengan tidak memakai pupuk kimia dan mengandalkan teknologi, dengan mengandalkan metode tanam serta perawatan khusus serta alami.

Selain panen raya ada juga kegitan program rutin pemeriksaan kesehatan gratis untuk masyarakat yang di taja oleh puskesmas Sungai Apit terkhusus bagi para petani.

Turut hadir bersama rombongan kepala Dinas PU Tarukim Irving Kahar Simbolon, kepala Dinas Perikanan Pertenakan Susilawati, Sekretaris Dinas Pertanian Suparni beserta Kasi tanaman Holtikultura Suwanto bersama penyuluh sekecamatan Sungai Apit.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed