oleh

Dengan TOGA Jadikan Kampung Tengah Sebagai Taman Wisata Baru Di Kabupaten Siak

Mempura (MCS) – Kampung Tengah Kecamatan Mempura lagi di sibukan dengan berbenah serta mempercantik lingkungan asri kawasan bersejarah kabupaten Siak menjadi trending topik pembicaraan masyarakat kota Siak dan sekitarnya.

“Pada hal bukan pekerjaan yang sederhana tentunya, mengingat pernak pernik warna warni telah terpasang guna menghiasi ragam Tanaman obat keluarga (TOGA) telah di selesaikan oleh ibu-ibu rumah tangga di kampung Tengah kecamatan Mempura, senin (8/4/2019).

Duta Toga Maisaroh mengatakan, “Tanaman obat keluarga (TOGA) sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan keluarga, tentu juga sangat berguna bagi kebutuhan dapur kita sebagai bahan campur masakan kita, tentu sangat bernilai ekonomis serta mambah pendapatan kami”, kata Maisaroh.

Kemudian lanjut dia, kami menanam tubuhan seperti rosella, sereh, kunyit, lengkuas, tebu, bunga lavender dan daun pandan, ada juga kolam ikan serta kami juga menyediakan sewa sepeda wisata kepada pengunjung yang ingin berkeliling, selain permainan rakyat seperti engrang dan gasing juga disediakan warga.

Maisaroh tidak sendirian, ia dan ibu-ibu kelompoknya dan juga dibina oleh Dr Handry selaku Kepala Puskesmas Mempura bersama PKK Kecamatan, dan PPL Mempura.

Kampung Tengah mewakili Kecamatan Mempura pada lomba Toga tingkat Kabupaten Siak. Kegiatan lomba tersebut merupakan kegiatan rutin dinas kesehatan untuk membinaan kecamatan se-Kabupaten Siak.

“Tujuannya bukan hanya untuk mengikuti lomba dan meraih juara namun ingin menjadikan Kampung Tengah tersebut menjadi wisata Toga yang bisa memperoleh pengobatan secara tradisional melalui tumbuh-tumbuhan sekitar kita” jelas Handry.

Dokter muda itu menjelaskan, dari jenis-jenis tanaman toga yang hampir berjumlah lebih kurang 110 jenis Toga sangat bermanfaat bagi manusia. Dari segi khasiatnya dan terhindar dari paparan kimiawi, dan juga murah meriah.

“Di setiap rumah disini, sudah menanam satu tanaman toga, dan tanaman andalanya adalah rosella serta juga ada tanaman insulin hasil olahan sendiri” ujarnya.

Agar lebih menarik lanjut dia, kebun toga dan lokasi tempat penilaian tersebut dihias sehingga pengunjung dapat berfoto bersama tanaman obat, sekaligus bisa mencicipi hasil olahan dari toga tersebut.

Tim Penilai dari Dinas Kesehatan Kabupaten Siak yang diketuai oleh Drg. Hj Sumiati mengharapkan ada lahan yang disediakan sebagai ikon tanaman disetiap kecamatan, yang dapat dijual di tempat. Sebagai tanaman organik dan kebun buah-buahan yang langsung bisa dinikmati oleh pengunjung.

Dari segi wisatanya dapat ditonjolkan seperti wisata kebun toga, griya sehat dengan menampilkan produknya berupa jamu atau jasa pijat. Sehingga wisatawan dari Siak (seberang) dapat naik sampan ke kampung toga Kampung Tengah ini.

“Dengan adanya tanaman toga di pekarangan rumah sangat bermanfaat untuk kesehatan dan secara ekonomis tanaman ini bisa menghasilkan pendapatan tambahan bagi masyarakat” ungkapnya.

Ia berharap melalui kegiatan lomba ini semakin memacu warga masyarakat dalam rangka memasyarakatkan pemanfaatan hasil TOGA melalui upaya penanaman, pengolahan, pemanfaatan dan pemasaran hasil TOGA. Sehingga memberi dampak positif yang nyata bagi masyarakat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed