Dihadapan Masyarakat Pusako, Bupati Siak Berpesan Agar Budaya Melayu Tidak Dilupakan

Melanjutkan kegiatan Gemar (Gerakan Masyarakat) Siak Berzakat tahun 2017, kali ini Kecamatan Pusako ambil bagian dari 7 Kecamatan yang bergabung dalam kegiatan Gemar berzakat.

Dalam Gemar Siak berzakat di Kecamatan Pusako ini, di laksanakan di Masjid Hidayatul Muttaqin, Kampung Benayah Kecamatan Pusako, Sabtu (17/6/17).

Bupati Siak mengatakan bahwa sebagai orang yang beragama islam dan beriman kita wajib untuk mengeluarkan zakat jika sudah sampai waktunya.

“Saya tidak pernah melihat ada orang yang langsung jatuh miskin setelah ia membayar zakat, dan hal itu tak akan mungkin pernah terjadi, jadi jangan takut untuk mengeluarkan zakat,“ tegas Bupati Siak saat memberikan sambutan pada Gemar Berzakat di Kecamatan Pusako.

Selain itu, beliau mengatakan bahwa dari dulu orang melayu itu identik dengan islam, jadi tak salah pada zaman dahulu meskipun tak ada listrik orang tetap mengaji pada malam harinya.

“Orang dulu hanya mengandalkan pelita untuk mengaji pada malam hari, seharusnya kita sekarang harus banyak bersyukur dan tetap melaksanakan kebiasaan mengaji itu, agar tumbuh generasi yang cinta dan gemar membaca alqur’an.”

Masih kata Bupati Siak, orang dulu mengajarkan anaknya dengan cara menakuti, contoh jangan keluar waktu magrib karena banyak setan berkeliaran. “Saya berharap mari sama-sama kita jaga dan melestarikan budaya melayu, ini semua demi anak cucu kita.”

Pada Gemar Siak berzakat di Kecamatan Pusako ini, berhasil terkumpul zakat dengan jumlah kurang lebih 47 juta.

Sumber : Humas Kab. Siak, 19 Juni 2017

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *