Hebat, Masyarakat Siak Buat Pakan Ikan Sendiri

 

Siapa yang tak kenal dengan ikan patin, ikan yang sudah tidak asing ini merupakan jenis ikan tawar yang ternyata bisa di jadikan sebagai sumber penghasilan dengan cara di budidayakan. Seperti salah satu kelompok budidaya ikan (pokdakan) Tuah Agung Kelurahan Sei Mempura, Kecamatan Mempura ini, mereka bisa meraup untung hingga 20-50 juta setiap kali panennya.

Darmanto, salah seorang Penyuluh dari Kecamatan Mempura ini mengatakan ikan patin ini biasanya bisa di panen setiap 6 bulan sekali. Sampai saat ini, kami memiliki 10 kolam yang masing-masing kolam berisi 6000 ekor ikan patin dengan berat mencapai 1 ton per kolamnya.

Ia katakan, dalam pembudidayaan ikan patin ini yang menjadi sorotan adalah kolam, air kolam, bibit dan juga pakan. Untuk makanan ikan kami sudah membuat sendiri, dari bahan dedak ditambah dengan ikan (sisa dari sortir). Pakan ini bisanya akan kami buat 2 hari sekali.

Rata-rata perdua hari Kelompok Tuah Agung tersebut membuat pakan ikan menghasilkan sebanyak 300 kg. Dan baru-baru ini mendapat pesanan sampai 2,5 Ton

Dikatakannya kelompok tersebut sudah beberapa kali pihaknya mendapatkan bantuan dari CSR, yang salah satunya nya adalah bantuan mesin untuk membuat pakan ikan ini. Sementara pemilik kolam sekaligus ketua kelompok Tuah Agung Munir mengatakan, berawal dari satu kolam dan terus berkembang hingga menjadi 10 kolam.

Ia mengaku, dahulu untuk mendapatkan bibit harus ia beli sendiri ke Pekanbaru, tapi sekarang sudah ada yang mengantar ke rumahnya. Kelebihan budidaya ikan patin ini adalah bisa menghasilkan hasil panen yang melimpah sehingga keuntungan yang didapat bisa berlipat-lipat dari modal usaha yang di keluarkan. Sementar untuk kekurangannya adalah masa panen yang lebih lama, yaitu sekitar 6-7 bulan.

Selain itu ikan patin ini adalah termasuk ikan yang mempunyai nilai gizi yang tinggi. Rasanya yang khas hingga membuat ikan ini banyak diminati. Dalam pemasarannya Munir mengaku sudah ada pelanggan tetap yang langsung datang ke kolamnya.

 

Sumber : Humas Kab. Siak, 21 Juli 2017

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *