Lestarikan Budaya Melayu Hingga ke Anak Cucu

Zu’udiya Aroyani tak canggung mendongeng dihadapan Bupati Drs. H. Syamsuar, M.Si, Selasa (18/4) di Taman Baca Afrita Dara. Bupati dua periode itu tampak sesekali menganggukkan kepalanya sambil tersenyum dan bertepuk tangan mendengarkan kisah Tuanku Tambusai yang disuguhkan siswi SD itu.

Gadis cilik cucu dari pendiri pondok pesantren di Dayun itu, merupakan salah seorang peserta dalam lomba berpidato berbahasa Melayu dan mendongeng yang ditaja oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Siak. Meski tampil dengan baik, Diya mengaku sedikit grogi ketika tampil di hadapan Bupati Siak itu.

Meski baru belajar, Diya mampu tampil dengan apik dan luwes mendongeng kisah seorang pejuang tangguh dari tanah Rokan itu. Hal tersebut membuat hadirin tamu undangan berdecak kagum oleh kemampuan yang dimilikinya.

Sebelumnya Plt. Kadis Perpustakaan dan Aset Wan Fazri Auli mengatakan, melalui kegiatan ini dapat mengasah bakat dan kemampuan peserta serta dapat menumbuh kembangkan semangat dan motivasi budaya membaca khususnya mengenai cerita rakyat.

Selain itu kata Wan Fazri, kegiatan ini juga untuk membudayakan Bahasa Melayu agar tidak terlupakan dan bentuk tanggung jawab kita sebagai Orang Melayu, sehingga diharapkan Bahasa Melayu akan kembali muncul ditengah-tengah masyarakat.

Wan Fazri menjelaskan, melalui ajang ini pihaknya menjaring beberapa peserta yang berbakat untuk diadu kembali ditingkat provinsi maupun nasional. Dalam hal ini, pihak penyelenggara menerjunkan tim juri dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pariwisata serta Dinas Perpustakaan dan Aset Kabupaten Siak.

Dikatakannya, acara tersebut berlangsung selama 2 hari dan diikuti sebanyak 84 orang peserta yang mewakili kecamatan-kecamatan se Kabupaten Siak. Adapun kriteria penilaian lomba pidato dan mendongeng tingkat SD hingga SMA dan umum, antara lain pidato kesesuaian isi dengan tema, sistematika penulisan, bahasa yang baik dan benar, pidato menggunakan Bahasa Melayu yang baik, improvisasi, ketepatan waktu dan lain-lain.

“Dongeng-dongeng dan pidato yang diceritakan atau disampaikan tentu harus mengandung pesan moral dan edukasi sehingga bisa membangun karakter disiplin anak sejak dini,” ujarnya.

Sementara Bupati Siak membuka kegiatan tersebut beliau mengatakan, untuk mengembangkan budaya baca dikalangan generasi muda perlu strategi atau upaya tepat serta berkesinambungan, salah satunya melalui lomba-lomba seperti ini.

Disampaikannya, kegiatan lomba minat baca, mendongeng, serta berpidato Bahasa Melayu ini sangat bagus. Artinya anak-anak sejak kecil sudah dikenalkan budaya daerah kita khususnya dan budaya nusantara pada umumnya.

Pada kesempatan itu Bupati Syamsuar mengajak para tamu undangan dan peserta yang hadir untuk melestarikan Budaya Melayu hingga sampai ke anak cucu agar tak hilang di Bumi Melayu ini.

Saat ini Pemerintah Kabupaten Siak sangat peduli terhadap pelestarian budaya, salah satunya dengan mengeluarkan surat edaran untuk PNS dan Honorer, yakni wajib berbahasa melayu pada hari kamis dan jum’at.

Sumber : Humas Kab. Siak, 19 April 2017

 

Bupati Siak Drs. H. Syamsuar, M.Si saat membuka Acara lomba berpidato berbahasa Melayu dan mendongeng
Bupati Siak Drs. H. Syamsuar, M.Si saat menghampiri salah satu peserta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *