oleh

Pemkab Siak Lakukan Evaluasi Percepatan Berusaha di KITB

Sekda Siak T.S. Hamzah pimpin rapat percepatan pelaksanaan berusaha pada Proyek Strategis Nasional (PSN) Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB).

Masuknya Kawasan Industri Tanjung Buton ini ke dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) yang di atur dalam Peraturan Presiden (Perpres) tentang percepatan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. Untuk menggerakkan percepatan pelaksanaan usaha di kawasan tersebut, dibutuhkan langkah-langkah dan masukan dari setiap BUMD dan Perusahaan yang saat ini sudah beroperasi di kawasan KITB.

“KITB ini masuk dalam PSN jadi setiap kawasan industri yang sudah masuk kedalam daftar proyek strategis nasional, maka wajib untuk melaporkan perkembangannya tiga bulan sekali kepada BPKP.  Karena kita dipantau sejauh mana progres yang sudah berjalan sejak ditetapkan sebagai PSN”, hal ini dikatakan T.S. Hamzah (Senin, 08/07/2018) di ruang Pucuk Rebung Kantor Bupati Siak.

T.S. Hamzah menerangkan, hari ini kita mengundang pimpinan perusahaan dan dinas terkait, untuk menyingkronkan terhadap persoalan di lapangan dan kita coba untuk menyelesaikan bersama, mulai dari persoalan penempatan lahan, teknis persiapan dan penataan regulasi dermaga serta mengajak pihak investor untuk berinvestasi di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB).

Di Riau terdapat dua kawasan industri yang masuk dalam proyek strategis nasional. Pertama Kawasan Industri Dumai Wilmar dan yang kedua Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) Kabupaten Siak. Kita sangat bersyukur karena percepatan proyek ini mendapat dukungan baik berupa anggaran dan juga kemudahan perizinan dari pemerintah pusat.

Sebagaimana harapan pimpinan kita, fasilitas Kawasan Industri Tanjung Buton ini semakin lengkap dengan adanya pengembangan pelabuhan ini, masyarakat baik lokal maupun pendatang betul-betul bisa merasakan perubahan KITB lebih dari sekarang ini.

Sekda berharap pada rapat hari ini apa yang dibahas harus ada tindak lanjutnya, sehingga tidak menunggu ada masalah, baru ada pertemuan dan mulai saat ini kita menginventaris seluruh aset dan mempersiapkan seluruh perizinan yang belum ada.

Sumber : Humas Kab. Siak, 11 Juli 2018

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed