oleh

Peneliti Muda Asal Mempura Go Internasional

Untuk kali keduanya, SMPN 1 Mempura Kabupaten Siak mengikuti kongres regional ke 11 pencarian peneliti muda asean (SSYS) di Penang Malaysia. Tahun ini mengangkat tema kreatifitas pemuda untuk pembangunan berkelanjutan.

Dalam event tersebut peneliti muda asal SMPN 1 Mempura ikut serta sebagai perwakilan Indonesia dan dari 2 sekolah lainnya yaitu SMP IT Amalina Tangerang Banten serta SMA 2 Situbondo.

Acara tersebut mulai dari tanggal 26 Februari s/d 03 Maret 2018 yang diikuti oleh para peneliti muda dari 11 negara Asean. Tim juri berasal dari 3 negara yakni Cina, Profesor DR. Luo Xingkai, Rusia, Profesor DR. Fishman Alexander dan Turki, Profesor DR. Bulent Cavas.

Anak-anak Mempura tersebut mempresentasikan hasil penelitian berjudul The Effect of Sugar Concentration for Quality of Organolepptyc Rosella Syrup atau pengaruh konsentrasi gula terhadap mutu organoleptik sirup rosella.

Awalnya M. Iqbal Subakti, Arum Fajar Rahmawati dan Burhanuddin pelajar SMPN 1 Mempura, melihat susahnya pendapatan ekonomi masyarakat di Kabupaten Siak. Kemudian mereka berinovasi menciptakan sebuah produk yang bisa diperjualbelikan dalam modal yang kecil namun bermanfaat pula bagi kesehatan.

Akhirnya mereka sepakat membuat sirup rosela karena modalnya tidak banyak dan aman bagi lingkungan. Selain itu tanaman ini bisa mengurangi karbon dioksida menjadi oksigen.

Menurut M. Iqbal Subakti tujuan penelitian ini adalah untuk melihat daya tarik konsumen terhadap variasi sirup rosella sebelum dijual ke masyarakat.

“Kami lakukan penelitian ini agar bagaimana konsumen lebih tertarik dari variasi sirup rosella, yang pada akhirnya bisa menambah penghasilan ekonomi masyarakat,” ujar Iqbal siswa kelas 9 ini.

Dijelaskan Iqbal, sirup ini sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia, di semua umur. Salah satunya bisa menetralkan darah tinggi.

Iqbal menceritakan bagaimana mereka melakukan pengujian pengaruh konsentrasi gula terhadap mutu organoleptik sirup rosella. Terlebih dahulu mereka membuat 9 varian terhadap sirup rosella, masing-masing A, B dan C, kemudian dilakukan pengulangan, selanjutnya diajukan ke 20 orang Finalis yang mengerti terhadap rasa, aroma dan warna.

“Dari 3 sirup dilakukan 3 kali pengulangan menjadi 3 varian A, B dan C, selanjutnya di lakukan pengujian terhadap 20 responden. Kemudian diperoleh hasil varian B lebih di sukai oleh responden karena rasanya pas dan aromanya yang berbau khas rosella serta memiliki warna yang menarik,” tutur Iqbal warga Kampung Tengah ini.

Sementara Winda Harniati Kepala SMPN 1 Mempura mengatakan, keikutsertaan kali ini merupakan kali ke 2 bagi SMPN 1 Mempura. Sebelum ini pihaknya mendapat juara harapan 1 pada SSYS ke 10 tahun 2016 yang lalu.

“Tahun ini kami mempresentasikan hasil penelitian dari pengaruh konsentrasi gula terhadap mutu organoleptik (indra manusia) terhadap sirup rosella,” sebut Winda.

Kami, kata Winda mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Siak dan PT. BSP, terutama kepada Bupati Siak yang telah berpartisipasi dan mendukung kami untuk mengikuti kegiatan ini.

“Kami berharap anak-anak dari sekolah lain di Kabupaten Siak bisa ikut berpartisipasi di tahun berikutnya,” ujar Winda.

Sumber : Humas Kab. Siak, 28 Februari 2018

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed