Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

Ratusan ASN, Polri dan TNI di Siak, mengikuti upacara Hari Kesaktian Pancasila yang berlangsung di halaman kantor Bupati Siak, Senin (2/10/17) pagi. Dalam upacara tersebut, dibacakan ikrar kesetiaan kepada NKRI  oleh Ketua DPRD Siak.

Dalam upacara tahunan yang rutin digelar ini, para siswa juga ikut mengambil bagian mulai dari pemain marching band, sampai paduan suara. Sejumlah pelajar SMPN 1 Mempura dan SMAN 2 Siak serta pserta upacara lainnya sudah memenuhi halaman kantor Bupati Siak sejak pukul 07.30 WIB.

Generasi muda Indonesia merupakan harapan suatu bangsa di masa mendatang. Guna menghasilkan anak-anak muda yang bisa berguna, maka perlu mengamalkan apa yang tertuang dalam sila-sila Pancasila.

“Di masa modern seperti saat ini, gadget atau handphone menjadi salah satu hal yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan anak muda. Padahal memahami makna Pancasila jauh lebih penting,” ungkap Dias Putri Siswi kelas 3 SMAN 2 Siak, usai upacara.

Ia berpesan, melalui amalan Pancasila itulah diharapkan generasi muda saat ini menjadi generasi selanjutnya. Seperti menjauhi narkoba, serta bijaksana menggunakan gadget (HP).

Wakil Bupati Siak Drs. H. Alfedri, M.Si selaku Inspektur upacara menyampaikan Hari Kesaktian Pancasila ditetapkan oleh pemerintah untuk menanamkan pesan dihati seluruh rakyat Indonesia, bahwasannya Pancasila sebagai ideologi negara tidak akan tergantikan oleh paham apapun, setelah sebelumnya terjadi upaya penggantian ideologi yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI).

“Gerakan Komunis G30S/PKI merupakan fakta sejarah yang tidak boleh terulang. Amanat Pancasila jelas dan tegas melalui TAP MPRS XXV Tahun 1966 bangsa Indonesia melarang Komunis dan gerakannya,” ujarnya.

Sementara itu, untuk generasi muda agar tidak hanya hafal nilai-nilai yang ada pada Pancasila, namun juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak hal positif yang bisa dilakukan oleh para generasi bangsa, seperti bergabung pada komunitas Siak Green Generation, Forum Anak, Kampung Seni, Pramuka atau komunitas fotografi dan lain-lain.

Wahyu Arsyam, salah seorang ASN menyebutkan peristiwa ini sangat penting untuk diperingati untuk mengenang tragedi kelam yang dilakukan oleh penghianat bangsa. Selain itu, sebagai wawasan kebangsaan dan nasionalisme serta sebagai wahana pendidikan untuk melaksanakan nilai-nilai bangsa bagi para peserta didik.

“Peringatan Kesaktian Pancasila disebabkan oleh gagalnya misi kaum Komunis mengganti dasar negara kita. Karena kegagalan itulah selanjutnya Pancasila dianggap sakti, sekaligus untuk mengenang jasa para pahlawan revolusi,” tuturnya.

Sumber : Humas Kab. Siak, 2 Oktober 2017

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *