oleh

Pertagas Alirkan Gas ke BOB Siak Pusako, Alfedri: Hemat 12 Juta Dolar Pertahun

BOB PT Bumi Siak Pusako-Pertamina Hulu terus berupaya melakukan efisiensi anggaran dan meningkatkan produksi minyak. Mulai tahun ini, sekitar $ 1 juta perbulan, penghematan dilakukan melalui program pengaliran gas (Gas-in).

Acara Seremonial itu ditandai dengan penekanan tombol sirene bersama, sebagai awal tonggak dimulainya program Gas-in dengan PT Pertamina Gas (Pertagas) di lokasi pembangkit listrik (Power Plant) BOB Kecamatan Pusako, Kabupaten Siak. Bupati Siak Alfedri usai melakukan penandatanganan berita acara penyaluran gas ke pipa gas distribusi ke pembangkit listrik BOB PT BSP-Pertamina Hulu di kecamatan Pusako menyampaikan, suplay gas ini sangat membantu efesiensi pengelolaan migas yang ada di CPP BLOK ini.

“Tentu kita atas nama pemerintah dan masyarakat mengapresiasi kerja keras anak bangsa ini, berupaya memasang pipa sepanjang 67 km dari station 1401 Gasib ke Simpang Pusako ke power plant BOB. Ini kita harpakan dapat mendukung operasional BOB sehingga diharapkan dapat memaksimal produksi minyak ada di sini, tentu akan berdampak meningkatnya pendapatan asli daerah, baik dana bagi hasil maupun PAD dari BUMD kita PT BSP,” ujar Alfedri di Lapangan Onshore Receiving Facility (ORF) Pusaka, Desa Dosan Kecamatan Pusako, Jum’at, (28/8/2020).

Dirinya juga, mengapresiasi PT Pertagas yang telah melakukan kerjasama dengan PT BSP dan BOB, Teralirnya gas ini akan menjawab masalah pasokan listrik yang selama ini di alami PT BSP dan BOB Pertamina Hulu. Juga akan membantu operasional CPP BLOK dan mampu meningkatkan produksi minyak dan gas kedepan. “Dengan teralirnya gas ini ke pembangkit miliki BOB, sesuai hitung-hitungan, tentunya akan mampu menghemat 1 juta Dolar per bulannya, atau Rp 15 Milyar perbulan nya,”ungkapnya.

Genderal Manager (GM) Bandan Operasi Bersama (BOB) Pertamina Hulu Raihan mengatakan, bagi BOB suplay gas ini sudah lama di nantikan, gas ini di perlukan untuk mengerakan turbin gas yang menjadi jantung bagi beroperasinya pompa sumur dengan produksi lebih dari 9000 barel minyak perhari. “Ia, menjadi jantung dari pompa-pompa injeksi, untuk menginjeksikan kembali air kedalam reservoar. Hal ini sebagai wujud komiten BOB sebagi perusahan migas yang ramah lingkungan, sepertiga cadangan minyak BOB berada di areal Taman Nasional Zamrud,”ucapnya.

Dirinya berharap, pengaliran gas dari Pertagas ini akan menjadi solusi, dari issu ketersediaan pasokan gas selama ini terjadi. Selanjutnya dapat meningkatkan efisiensi dari oparasional, pada ujunnya akan terwujud tingkat produksi yang optimal. Sebelumnya, PT Pertamina Gas (Pertagas) selaku afiliasi subholing gas PT PGN Tbk dan PT Pertamina (Persero), telah melakukan uji coba penyaluran gas ke pipa gas distribusi untuk Badan Operasional Bersama (BOB) PT Bumi Siak Pusako pada selasa lalu. Penandatangan selain dihadiri langsung Bupati Siak Alfedri, Plt. Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, Direktur PT Bumi Siak Pusako Iskadar, Direktur PT Pertamina Gas, Direktur PT PHE CPP dan para pihak yang berkontribusi dalam program pengaliran gas tersebut.

Acara juga dihadiri langsung Menteri ESDM, Wakil Kepala SKK Migas, Direktur Utama PT. Pertamina (Persero) dan Gubernur Syamsuar melalui Video Conference. Dalam kerjasama itu, BOB PT Bumi Siak Pusako-Pertamina Hulu dan PT Pertagas melakukan kerjasama Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG). Dimana PT Pertagas menyediakan gas untuk kebutuhan BOB PT BSP-Pertamina Hulu sebesar 6 MMSCFD. Pasokan gas tersebut akan memenuhi kebutuhan operasi pembangkit listrik di Wilayah Kerja Blok CPP dengan tujuan untuk memenuhi target produksi minyak yang ditetapkan Pemerintah.

Gas yang dialirkan berasal dari KKKS PHE Jambi Merang. Selanjutnya, PT Pertagas bekerjasama dengan PT BSP Zapin, anak perusahaan PT Bumi Siak Pusako telah membangun pipa distribusi gas berikut fasilitasnya di titik TGI SV 1401 di Kecamatan Koto Gasib sepanjang 67 km menuju pembangkit listrik BOB PT BSP-Pertamina Hulu di Kecamatan Pusako. Selama ini, BOB memperoleh suplai gas dari KKKS EMP Malacca Strait dan telah berakhir, 4 Agustus 2020. Dengan mengalirnya gas ini, diharapkan kendala operasi kelistrikan akan teratasi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed