oleh

Peserta JNGH 2018 Gelar Senam Go Green dan Goro Sayang Siak

Peserta Jambore Nasional Generasi Hijau (JNGH) 2018 yang terdiri dari ratusan pelajar usia sekolah lanjutan atas dan berasal dari 28 Provinsi seluruh Indonesia memulai agenda hari pertama kegiatannya dengan ikut serta pada Senam Go Green dan gotong royong Sayang Siak di pelataran Pentas Siak Bermadah, Minggu (29/04/2018).

Plt. Bupati Siak Drs. H. Alfedri, M.Si menjelaskan bahwa kegiatan kaula muda yang positif seperti organisasi berbasis lingkungan hidup Green Generation (GG) ini, merupakan suatu wadah berkumpulnya generasi muda Indonesia. Sesuai dengan visi GG Indonesia mewujudkan generasi yang peduli dan berbudaya lingkungan.

Lebih lanjut, sejak berdirinya Green Generation sampai saat ini terus mengalami perkembangan serta telah tersebar di 300 Kabupaten/Kota dari 26 Provinsi di Indonesia dan Siak mengaku sangat bahagia sekaligus bangga bisa menjadi tuan rumah pelaksanaan Jambore Nasional Generasi Hijau.

Dengan kedatangan delegasi dari seluruh tanah air di Kabupaten Siak diharapkan masyarakat dan generasi muda Siak lainnya dapat melihat dan mencontoh hal positif yang disampaikan melalui aksi lingkungan seperti ini sehingga kebijakan pemerintah akan berdampak dengan baik. Karena kelak generasi muda ini yang akan menjadi pemimpin sehingga hendaknya dapat menjadi pemimpin yang cinta dan peduli pada lingkungan.

Ditempat terpisah Plt. Presiden Green Generation Indonesia, Rafli Rezatama mengatakan sangat terkesan dengan Kota Siak yang bersih dan tenang sehingga sangat pantas Kabupaten Siak dijuluki Kabupaten Hijau oleh Kementerian Lingkungan Hidup beberapa waktu lalu. Ia memaparkan bahwa sampah memang tidak bisa dihilangkan dari negeri ini, namun gerakannya dapat dimulai dari diri sendiri. Kemudian berbagai program yang berbasis lingkungan juga telah dilaksanakan oleh Green Generation Indonesia seperti gerakan GG Remaja dan Kampanye Lingkungan hidup.

Mahasiswa Semester akhir dari UPN Jogyakarta ini menambahkan, jika saja semua kita peduli terhadap lingkungan maka persoalan lingkungan tidak hanya diselesaikan oleh pihak Kementerian Lingkungan Hidup saja, namun di seluruh Kementerian dan seluruh masyarakat Indonesia.

Sumber : Desi Ekawari RPK Kab. Siak, 30 April 2018

Editor Narasi : *eq_medcen*

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed