oleh

Program BRG RI Sebagai Konversi Bagi Masyarakat Siak Terhadap Lahan Gambut

Bupati Siak Alfedri bersama Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) RI Nazir Foead mengunjungi Kampung Dayun Minggu (7/8/2019), Kunjugan kerja tersebut untuk meninjau kondisi eksisting lahan gambut, sekaligus menyaksikan penandatanganan Surat Perjanjian Kerjasama Swakelola oleh kelompok Masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Siak, sangat mendukung program kerja BRG, karena berkaitan langsung dengan program Siak Kabupaten Hijau yang memiliki tujuan yang sama, yaitu dalam rangka penyelamatan dan pelestarian lahan gambut.

“Banyak program dari BRG, dalam rangka pengembangan komoditi dan peningkatan ekonomi dilahan gambut yang ramah lingkungan” kata Alfedri.

Badan Restorasi Gambut telah mengusung beberapa Program Pelestarian Lahan Gambut di Kabupaten Siak, diantaranya upaya pengembangan ekonomi masyarakat tempatan melalui bantuan kepada petani maupun peternak.

Untuk itu rombongan BRG dan Pemkab Siak ingin melihat kemajuan dan perkembangan bantuan yang telah diberikan pada tahun 2017 lalu berupa 10 ekor sapi serta bantuan mesin pencacah pajan ternak.

Nazir Foead mengaku gembira dengan kemajuan ternak hasil program bantuan BRG RI tersebut, dimana jumlah ternak sapi saat ini telah berkembang menjadi 18 ekor.

“Salah satu program BRG adalah membantu pengembangan ekonomi ini menjadi komitmen kami terhadap konversi mansyarakat di tempat ini, untuk itu kami ingin melihat langsung bagaimana hasil yang dicapainya” kata Nazir Foead.

Bentuk bantuan lain juga kami sediakan buat masyarakat, seperti sumur bor dilahan gambut, sekat kanal tanaman holtikultura, bibit nanas serta berbagai bantuan bidang peternakan yang sebelumnya pernah di usulkan dari Bupati Syamsuar beberapa tahun yang lalu, saat ini telah disalurkan kepada masyarakat kabupaten Siak.

Tahun ini untuk lahan TORA di Kabupaten Siak seluas 4000 hektar juga dibantu BRG untuk kajian hidrologi. Untuk komoditi yang akan ditanam, InsyaAllah pada hari Rabu akan dipersentasikan, berikut pembahasan revitalisasi pengembangan lahan gambut.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed