Rapat Pokja Teknis Dan Pokja Ahli Dewan Ketahanan Pangan Kab. Siak

Hadir dalam rapat tersebut Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Siak, sejumlah pengurus dan anggota yang terdiri dari beberapa satuan kerja OPD diantaranya , Dinas Pertanian, Dinas Peternakan perikanan, Dinas Perindustrian perdaganan koperasi dan UMKM, Dinas Kesehatan , serta para Camat terkait dengan daerahnya yang menjadi sentral pengembangan tanaman pangan di Kabupaten Siak di Ruang Rapat Sri Indrapura, Jum’at (6/10/17)

Pada rapat pokja teknis dan pokja ahli dari Dewan ketahanan pangan Kabupaten Siak, dirumuskan sejumlah hal yang berkaitan dengan ketersediaan pangan di Kabupaten Siak yang mana kondisi ini mengalami persoalan yang hingga kini masih perlu di carikan solusinya.

Ketahanan pangan menjadi kunci ketahanan sebuah negara , hal ini selaras dengan program pemerintah pusat yang ingin agar pengembangan tanaman pangan perkebunan peternakan dan perikanan di tiap daerah dapat mencukupi kebutuhan masyarakat sehingga angka impor bahan makanan dari luar negeri dapat ditekan.

Sekda Siak Said Hamzah menuturkan, ketahanan pangan adalah menjamin ketersediaan pangan yang cukup dan aman.

“Ini merupakan tanggung jawab kewenangan daerah, tentang ketahanan pangan dan Pemerintah Daerah bertanggung jawab atas kebijakan ketahanan pangan tersebut” sebutnya.

Di Kab. Siak  sudah dibuat keputusan Bupati  Nomor 337/HK /KPTS tanggal 13 Maret 2017 atas tindak lanjut arahan pemerintah pusat perihal pembentukan dewan ketahanan pangan di daerah. Dalam rapat ini diungkap data bahwa indikator target ketahanan pangan skala nasional pada tahun 2017-2018 terjadi penurunan pangan sebesar 1% pertahun dan skor PPH ketersediaan pangan diangka 94,25%.

Dikatakan, Inovasi dilakukan dengan pembentukan tim dewan ketahanan produksi beras di siak dengan luas lahan yang ada masih belum cukup memenuhi kebutuhan karena permasalahan yang di jumpai dalam pelaksanaanya adalah peningkatan produksi tidak sebanding dengan pertambahan jumlah penduduk.

“Saat ini Disferifikasi pangan masih di dominasi beras , diharapkan kedepan tanaman tumpang sari dan pemanfaatan lahan yang juga bisa difungsikan untuk tambak perikanan dapat memberikan solusi serta nantinya pihak terkait dapat mengawasi dan memantau kondisi harga barang” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten menyampaikan bahwa kelompok kerja dewan ketahanan pangan Kab. Siak ini merupakan rapat Pertemuan pertama dewan ketahanan pangan setelah dibentuk. Dan pelaksanaan ini dilakukan juga oleh seluruh kabupaten kota di indonesia.

“Pembentukan dewan ketahanan pangan adalah yang pertama kalinya di kabupaten siak, permasalahan beras masih kekurangan. Sehingga tujuan rapat ini untuk menyatukan persepsi , saling berkoordinasi dan menyusun rancangan dan membuat laporan pada rakor ketahanan pangan mendatang ” ungkapnya.

Selanjutnya ia katakan bahwa ada 32 unsur yang termasuk dalam pengurusan dewan ketahanan pangan, termasuk camat yang daerahnya menjadi pusat lokasi pengembangan pertanian dan tanaman pangan beberapa dinas yang tercakup didalamnya.

“Jika terjadi pertambahan penduduk setiap tahunya, tentu hal ini bisa menjadi catatan oleh semua pihak agar bekerja sama demi kemaslahatan negara. Tanpa ada ketahanan pangan indonesia menjadi negara yang lemah, oleh sebab nya dengan adanya taman teknologi pertanian yang didirikan di kabupaten Siak diharapkan dapat menjadi solusi kebutuhan pembibitan tanaman dan peternakan yang unggul sehingga dapat tercapai peningkatan ketahanan pangan” pungkasnya.

Sumber : Humas Kab. Siak, 6 Oktober 2017

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *