Ridwan Ubah Sampah Menjadi Uang

Pengelolaan sampah ditingkat kampung melalui Bank Sampah sudah dilakukan sejak 2014 lalu di Kampung Sialang Sakti, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak. Berbeda dengan bank lain yang berupa bangunan permanen yang dilengkapi dengan pendingin ruangan, Bank Sampah Madani (BSM) di Sialang Sakti ini menempati bangunan seadanya.

Di dalam ruangan, tidak ada brankas yang berisi uang tetapi berkarung-karung sampah yang telah dipilah, sampah plastik, kertas, kardus dan kemasan botol minuman bekas pakai serta sampah rumah tangga. Inisiator BSM Ridwan Fahmi menjelaskan, konsep pengelolaan sampah seperti bank ini membuat masyarakat tertarik, apalagi mereka akan mendapatkan keuntungan secara ekonomi.

“Konsep bank sampah ini lahir karena kami melihat pemulung datang dua hari sekali mendapatkan sampah plastik sampai satu mobil pick up. Selanjutnya saya tiru sistem perbankan yang menggunakan buku rekening,” ujar alumnus STIE Dharma Putra Pekanbaru itu.

Selain penyelamatan lingkungan dengan konsep menabung, para nasabah menyetor sampah mereka, lalu akan mendapatkan uang sesuai dengan nilai sampah mereka.

“Sampah akan ditimbang dan ditaksir nilainya sesuai harga di pasaran atau pengepul, lalu nilai uang itu yang akan dimasukan ke rekening nasabah,” ujarnya.

Sampah yang telah dipilah dan dikumpulkan dalam seminggu lebih kurang mencapai 500 kg. Jika di uangkan menjadi sebanyak 800 ribu sampai 1 juta rupiah, tergantung jenis sampahnya juga. Meski sempat fakum beberapa waktu, BSM hingga saat ini beranggotakan sebayak 150 nasabah dan untuk karyawan nantinya bisa mencapai 35 orang, karena tiap kampung ada petugasnya.

“Dalam waktu dekat ini kami akan memperluas usaha, yang tadinya dari tingkat desa menjadi tingkat kecamatan. Hingga akhirnya seluruh kampung yang di Dayun akan berdiri cabang-cabang BSM,” harap Ridwan.

Hal ini juga di sambut baik oleh Camat Dayun I Wayan W Wiratama dengan harapan BSM bisa menjadi contoh bagi daerah lain. “Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, bisa menabung sekaligus menjaga kebersihan lingkungan disekitarnya serta bisa menambah ekonomi keluarga,” sebut Wayan.

Selanjutnya, rencana kedepan kata dia, BSM yang telah berdiri sejak tahun 2014 ini, nanti akan membuat gerai-gerai sembako untuk nasabah. saldonya bisa di tukar dengan barang sesuai kebutuhan nasabah. Nantinya setiap nasabah akan di lindungi oleh asuransi dari DKM (Dana Kesehatan Masyarakat).

Terkait hal tersebut Bupati Siak Drs. H. Syamsuar, M.Si mengatakan, pengelolaan sampah harus dilakukan secara terencana dan terprogram serta pelaksanaannya secara masif dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

“Masyarakat harus sadar dan memiliki kepedulian dan punya tanggung jawab bersama dalam mengelola sampah. Selain itu memiliki pemahaman terhadap upaya-upaya pelestarian lingkungan hidup,” ujar Bupati Siak saat peluncuran Bank Sampah Mandiri, di stan Kecamatan Dayun, Senin (4/9/17) kemarin.

Bupati Siak pun mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Ridwan Fahmi, beserta masyarakat kampung yang ada di Sialang Sakti atas ide dan kreatifitasnya mengelola sampah menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomis. “Anak muda yang kreatif seperti inilah yang bisa diharapkan untuk membantu pemerintah dalam membangun daerah,” ujar Bupati Siak.

Sumber : Humas Kab. Siak, 7 September 2017

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *