oleh

Siak Masuk Jaringan Kota Pusaka Indonesia

SOLO – Indonesia memiliki ribuan aset pusaka bernilai tinggi yang merupakan rekam jejak sejarah Bangsa Indonesia dari zaman kerajaan nusantara hingga pasca kemerdekaan. Aset ini memiliki nilai kearifan lokal yang otentik dari segi hukum sangat dilindungi keberadaannya.

 Kabupaten sebagai kota yang di dalamnya terdapat kawasan cagar budaya dan bangunan. Cagar budaya yang memiliki nilai-nilai penting bagi Kota Siak sehingga penerapan kegiatan penataan dan pelestarian pusaka sebagai strategi utama pengembangan kotanya.

Menurut Wakil Bupati Siak Drs. H. Alfedri M.Si banyak manfaat bagi Kabupaten/Kota di Indonesia apabila diakui sebagai Kota Pusaka Indonesia dan juga Kota Pusaka Dunia yakni peningkatan nilai sosial, budaya dan ekonomi antara lain melalui Pariwisata Kota Pusaka.

“Program Penataan dan Pelestarian Kota Pusaka (P3KP) dibentuk sebagai upaya nyata melestarikan aset pusaka bangsa yang tersebar di berbagai Kota di Indonesia”, kata Alfedri saat menghadiri jamuan makan malam di Pendapi Gedhe Balaikota Surakarta bersama seluruh Bupati Walikota se Indonesia yang tergabung dalam JKPI.

Banyak keuntungan masuk dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia. Salah satunya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya Direktorat Bina Penataan Bangunan memberikan pendampingan dan fasilitasi dalam bentuk dana stimulan penataan kawasan pusaka ucap”, Alfedri

“Pelestarian cagar budaya perlu didukung dengan pengembangan kota yang menghargai keberadaan cagar budaya dan menjadikannya sebagai bagian penting dalam pengambilan keputusan,” kata Alfedri sekaligus memberikan cenderamata kepada Walikota Surakarta sebagai tanda kenang kenangan.

Sumber : MC Kab. Siak, 25 Oktober 2018

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed