oleh

Sosok Pendamping Jenderal Gatot

Ita Sulistiawati (28) Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT),  mungkin sebelumnya tak menyangka kalau dirinya ditunjuk untuk mendampingi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menanam jagung di Kampung Bunga Raya, Kabupaten Siak, Riau, Rabu (05/04/2017).

Ita Sulistiawati merupakan petugas penyuluh yang biasa mengawasi hama dan penyakit tanaman pertanian di Kecamatan Bunga Raya. Sudah 5 (lima) tahun ia mengabdikan dirinya bekerja di Dinas Pertanian Kabupaten Siak.

Saat dijumpai Humas Pemkab Siak, dengan sedikit malu-malu ia menuturkan perasaan bangga sekaligus senang, karena dipilih untuk mendampingi orang nomor satu di TNI itu. “Kalau ditanya soal rasa, tentu sangat senang sekali karena bisa mendampingi Bapak Panglima TNI, mungkin ini peristiwa yang tak bisa terulang lagi,”  Ujar Ita.

Meski bolak-balik dari Siak ke Bunga Raya, Ita Sulistiawati tak pernah bosan dengan tugas rutin hariannya dengan kendaraan roda dua. Ia berharap agar petugas POPT seperti dirinya ditambah. Saat ini, di Siak baru berjumlah 4 orang, berasal dari THL Provinsi Riau, dan dua lainnya honorer kabupaten Siak,”  ujar alumni IPB itu.

Ia merasa dengan jumlah sedikit itu, melayani 14 Kecamatan cukup merepotkan karena jarak tempuh antar Kecamatan yang lumayan jauh. Selain itu, dirinya mengharapkan ada penambahan dana insentif. Suka dan duka sebagai petugas lapangan, telah dilaluinya. “saat dilapangan saya bisa bertemu orang dan berbagi ilmu serta menambah pengalaman dengan orang-orang baru.   Saya juga menjumpai petani-petani yang belum berkenan menerima masukan atau petunjuk dari kami,” Ujar Ita.

Sementara Nining Andriyanti (34) petugas penyuluh lapangan (PPL), menginginkan adanya peningkatan kapasitas SDM (Upgrade) penyuluh pertanian  dalam bentuk pendidikan dan pelatihan teknis pertanian. Petugas lapangan yang telah bertugas selama 9 tahun ini, mengaku selama bertugas memiliki tantangan. Seperti, merubah pola pikir petani ke arah skala usaha agribisnis pertanian.

Menurut Nining ada beberapa petani yang memiliki kemampuan lebih dari penyuluh. Dalam artian petani itu berani “try error” atau mencoba dilapangan, petani yang kreatif dan inovatif. “1 Kampung memiliki 11 kelompok tani, nah, kalaulah 10 orang dari 1 kelompok tani yang kreatif, Insya Allah pembangunan pertanian kita (Kab. Siak) pasti bisa maju,” tutupnya.

Sumber : Humas Kab.Siak, 5 April 2017

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed