oleh

Tingkatkan Kapasitas SDM Melalui SLRT

Penanggulangan kemiskinan menjadi salah satu isu strategis dalam program prioritas pembangunan kedaerahan. Untuk itu Pemerintah Kabupaten Siak melalui Dinas Sosial melakukan peningkatan kapasitas SDM melalui Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT).

SLRT ini diharapkan bisa menjadi solusi tepat bagi masyarakat miskin dan orang yang tidak mampu serta masyarakat yang mengikuti Program Keluarga Harapan (PKH), hal ini dikemukakan oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Hendrisan S.Sos, M.Si di hotel Grand Mempura, Senin (7/5/2018) malam.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Hendrisan S.Sos, M.Si saat membuka kegiatan tersebut menyampaikan dari 20 Kabupaten dan Kota Se-Indonesia untuk Riau hanya Kabupaten Siak dan Kota Pekanbaru yang dipercaya oleh Kementerian Sosial RI untuk menjalankan program ini. Kabupaten Siak ditunjuk menjadi percontohan Kabupaten/Kota lain di Provinsi Riau terkait pelaksanaan sistem layanan dan rujukan terpadu (SLRT) bagi Kabupaten Kuansing, Kabupaten Bengkalis, Kota Dumai dan Kabupaten Indragiri Hilir.

Dengan adanya sistem ini diharapkan bisa memperbaiki dan mengupdate data masyarakat miskin menjadi lebih baik lagi. Kemudian pelayanan terhadap masyarakat miskin dan rentan bisa langsung ditangani di tingkat kampung atau kelurahan.

Semua ini dapat terlaksana dengan baik berkat kerja sama dari instansi terkait, dunia usaha melalui program CSR, BAZ dan lain-lain. Kepada petugas supervisor dan fasilitator di setiap kecamatan, kampung dan kelurahan bisa mengikuti pelatihan ini dengan baik sehingga dapat memahami terhadap tugas dan fungsi serta penggunaan aplikasi SLRT tersebut.

Ditambahkannya, saat ini regulasi telah dipersiapkan sebagai dasar hukum untuk melaksanakan berbagai program nasional yang dialokasikan untuk Kabupaten Siak, antara lain program keluarga harapan (PKH) sebanyak 5.903 keluarga penerima manfaat, bantuan sosial beras sejahtera (Bansos Rastra) sebanyak 7.724 KK dan Penerima bantuan iuran jaminan kesehatan nasional sebanyak 54.306 jiwa.

Disinilah peran aktif kita dituntut untuk melaksanakan verifikasi dan validasi data masyarakat miskin dan orang tidak mampu untuk program nasional tersebut sehingga bantuan yang diberikan tepat sasaran.

Pelatihan SLRT berlangsung selama 2 hari dengan peserta berjumlah 92 orang, yang terdiri dari 11 orang Supervisor tingkat kecamatan dan 81 orang dari fasilitator untuk tingkat kampung/kelurahan.

Sumber : Humas Kab. Siak, 08 Mei 2018

Editor Narasi : *eq_medcen*

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed