oleh

Wabup Siak Menghadiri Rapat Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Provinsi Riau

Wakil Bupati Siak Drs. H. Alfedri, M.Si bersama Kepala Bappeda Kabupaten Siak Yan Prana Jaya, hadiri acara Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Provinsi Riau tahun 2017, bertempat di Grand Central Hotel, Pekanbaru, (27/07).

Dalam Rakor ini, di hadiri oleh sejumlah Pimpinan Daerah selaku TKPK Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Provinsi Riau dan Narasumber Aris Tasrif dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), Jeni Baje dari TKPK Provinsi Riau dan Jani Bhakti.

Dalam sesi dialog pada Rakor TKPK Provinsi Riau tahun 2017 ini, Wakil Bupati Siak mengatakan bahwa berhenti merokok dapat membantu mengurangi angka kemiskinan.

“Berhenti merokok, merupakan salah satu cara untuk menurunkan angka kemiskinan, kenapa? Karena jika uang yang di belikan rokok itu di ganti dengan membeli kebutuhan pokok, jelas uang untuk membeli kebutuhan pokok sewaktu kita merokok masih ada dan bisa kita tabung”.

Selain itu, ada beberapa program Pemerintah Kabupaten Siak yang telah di laksanakan untuk mengurangi angka Kemiskinan. Diantaranya, bantuan sosial terpadu berbasis keluarga, seperti subsidi beras miskin, sembako murah dua kali dalam setahun, pembangunan rumah layak huni (RLH) rata-rata 180 unit per tahun, beasiswa keluarga miskin, bantuan peralatan sekolah keluarga miskin, bantuan sosial bagi fakir miskin dan penyandang cacat, bantuan untuk rumah tangga miskin lansia terlantar Rp.200 ribu per bulan serta bantuan sosial kepada yatim piatu.

Wakil Gubernur Riau selaku ketua TKPK Provinsi Riau, yang diwakili oleh Kepala Bappeda Provinsi Rahmat rahim saat membuka Rakor ini mengatakan, sampai saat ini Jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada di bawah Garis Kemiskinan) di Riau Maret 2017 sebesar 514,62 ribu jiwa (7,78 persen). Jika dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret  2016 yang berjumlah 515,40 ribu jiwa (7,98 persen), penduduk miskin di Riau mengalami penurunan sebanyak  0,78 ribu jiwa.

“Yang membuat target Penurunan Angka Kemiskinan Provinsi Riau sampai sekarang belum bisa tercapai adalah, masih tingginya tingkat kemiskinan di Provinsi Riau, masih tinggi tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Riau dan, belum tercapainya target penurunan kemiskinan sebagaimana yang diharapkan dalam RPJMD Provinsi Riau tahun 2009-2013, dan Perubahan RPJMD Provinsi Riau tahun 2014-2019”.

Selanjutnya, Aris Tasrif perwakilan TNP2K Pusat sekaligus menjadi Narasumber mengatakan Pelaksanaan program penanggulanan kemiskinan yang dilakukan Pemerintah sudah lama, yakni sejak tahun 1998 sampai saat ini. Secara umum mampu  menurunkan angka kemiskinan Indonesia yang berjumlah 47,97 Juta atau sekitar 23,43 % pada tahun 1999 menjadi 30,02 Juta atau sekitar 12,49 % pada tahun 2011.

“Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat mencatat, pada Maret 2017 jumlah penduduk miskin, yakni penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di lndonesia mencapai 27,77 juta orang (10,64 persen dari jumlah total penduduk),” Kata perwakilan TNP2K itu.

Sumber : Humas Kab. Siak, 28 Juli 2017

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed