oleh

Workshop Penerapan Sistem Aero Hydroculture Dilahan Gambut Kabupaten Siak

Mempura (MCS) – Pemerintah kabupaten Siak menyambut baik kedatangan Kepala BRG pusat Ir. Nazir Foead beserta rombongan yang telah menjadikannya kabupaten Siak Hijau sebagai lokasi kajian dalam penerapan Sistem Aero Hiydroculture Lahan Gambut dalam pengelolaan secara tepat guna, bertempat ruang rapat Raja Indrapura, rabu (6/2/2019).

Bupati Siak Syamsuar apresiasi kepada para pemerhati Lahan Gambut di kabupaten Siak ini oleh peneliti, ilmuwan, aktifis lingkungan, dan pecinta lingkungan organisasi dan corporate bersama Badan Restorasi Gambut (BRG), Litbang pusat, LIPI, Sedhago Siak guna mendalami hasil riset dan penerapannya terhadap lahan gambut.

“Selamat datang terkhusus kepada Ilmuwan profesor Mitsuru Osaki dari Jepang, Dr. Sarjiya Antonius dari LIPI, Dr. Maman Turjaman pusat Litbang Hutan KLHK, welcome  to Siak the Truly Malay”, ucap Syamsuar.

Kurang lebih 20 tahun lamanya ilmuwan dalam dan luar negeri melakukan penelitian terhadap Lahan Gambut pada zona budidaya praktik pengelolaan harus sesuai serta memenuhi kaidah pengelolaan lahan yang ramah gambut namun berkelanjutan, oleh karena itu metode rostorasi lahan gambut penting memperhatikan terapan dalam temuan penelitian ekosistem dasar gambut.

Adapun peraturan pemerintah No.57 tahun 2016 tentang perlindungan dan pengelolaan Ekosistem Lahan Gambut yang mengatur persyaratan ketinggian muka air tanah pada Lahan Gambut yang dikelola harus kurang lebih 40 centi meter dibawah permukaan tanah, atau dengan syaratan 30% dari setiap kubah Gambut harus dialokasikan untuk konservasi Gambut.

Pemerintah Kabupaten Siak mendukung pelaksanaan Workshop Penerapan Sistem Aero Hydroculture pada lahan gambut ini sebagai ilmu serta metodelogi terkait pengelolaan lahan gambut, sehingga dalam penerapan teknologi yang sudah diuji dalam tingkat keberhasilanya ini dapat diimplementasikan pada lahan gambut di kabupaten Siak jadi terobosan terbaik dan bermanfaat kedepannya.

Kampung benteng hulu kecamatan mempura jadi lokasi kajian lapangan yang akan dilakukan oleh para ahli peneliti bersama ilmuwan Jepang dalam mengkaji serta mengali terapan untuk menjadikan lahan gambut memiliki produksi alami dalam rangka usaha mengembangkan sektor perkebunan kelapa sawit yang ramah lingkungan dan dapat menjadi nilai tambah serta peningkatan kesejahteraan masyrakat.

Visi kabupaten Siak Hijau yang telah kita bangun bersama ini dirancang juga oleh Menteri Lingkunagan Hidup Kehutanan (KLHK) terus menjadi spirit kita kepada lingkungan hidup alam, dalam menjaga serta melestarikan apa yang ada namun mencegah kerusakan lahan gambut maupun lingkungan alam sekitar kita.

Pada akhir sambutan Bupati Siak berpesan dalam pantun yang telah di persiakannya,
‘Batu zamrud indah berkilau
Nilainya bukan sembarang permata
Berbekal spirit kabupaten Hijau
Gambut dijaga ekonomi ditata’
selamat melakukan kajian dan penelitian guna melestarikan alam demi masa depan gemilang terbilang.

Penulis doliwtr
by MCS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed