oleh

Tekan Inflasi di Daerah, Sekda Siak Ajak Masyarakat Tanam Cabe Merah

Bungaraya, MC – Sekretaris Daerah kabupaten Siak Arfan Usman mengatakan cabai dan bawang ini sudah menjadi komoditas primadona bagi masyarakat bahkan menjadi perhatian nasional karena menjadi penyumbang inflasi tertinggi.

”Komoditi cabai dan bawang merah salah satu komoditas tertinggi yang kerap menjadi penyebab tingginya inflasi di daerah. Untuk itu, kami mengajak masyarakat tanam cabe dan bawang merah untuk menekan angka Inflasi di Kabupaten Siak,”ucapnya di temui usai menanam bibit cabe dan bawang merah di Kampung Langsat Permai, Kecamatan Bungaraya, kabupaten Siak, Kamis (3/11/2022).

Sekda Arfan menambahkan Kegiatan menanam cabe dan bawang ini, tindaklanjut hasil rapat bersama Presiden untuk menurunkan angka Inflasi di Daerah, karena harga cabe dan bawang saat ini cukup tinggi.

“Saat rapat bersama Gubernur dan Bupati/Walikota, Presiden Jokowi mengintruksikan setiap Daerah mengerakkan masyarakatnya menanam seperti sayuran, cabe, bawang merah dan tanaman bermanfaat. Hal itu dilakukan untuk menekan angka Inflasi di Daerah,”ucap Arfan.

Pada kesempatan itu, Sekda Siak Arfan di dampingi kepala dinas pertanian juga melakukan tanam dan panen cabe di lahan milik kelompok petani Kampung Langsat Permai, kecamatan Bungaraya.

“Saya mengapresiasi dengan adanya penen cabe ini, mudah-mudahan kedepannya hasil panen akan terus meningkat dan juga dengan kualitas yang terus baik”, kata dia.

Kadis Pertanian Kabupaten Siak Irwan Saputra menyampaikan bahwa gerakan menanam, khususnya bagi komoditi yang terkena Inflasi (cabe dan bawang merah) ini, dicanangkan untuk menanam di pekarangan rumah.

“Jadi gerakan menanam ini diperuntukkan bagi masyarakat yang siap untuk menanam di pekarangan rumahnya. Bukan hanya di Kecamatan Bungaraya, akan tetapi nantinya akan menyusul ke Kecamatan lainnya”, kata Irwan.

Nantinya, sambung Kadis Pertanian Kabupaten Siak tersebut, ketika masyarakat sudah siap untuk menanam di pekarangan rumahnya, Dinas Pertanian akan memberikan bantuan berupa bibit cabe ataupun bawang merah yang akan ditanam.

“Untuk pemberian bantuan bibit, nantinya akan kita sesuaikan dengan kebutuhan dan lokasi rumah yang akan ditanam, yang penting masyarakat sudah siap untuk menanamnya. Jadi nantinya cabe atau bawang sudah bisa dipanen, maka masyarakat itu sendiri yang akan menikmatinya”, tutupnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed